Monumen Birokrasi Romawi yang Kita Rayakan
Pernah ga sih kalian bertanya, kenapa kita semua sepakat untuk mereset tahun kita tepat pada tanggal 1 Januari? Kenapa ga September saja? Kenapa ga Juli saja sekalian tahun ajaran baru di sekolah?
Jika dilihat secara astronomis, tanggal 1 Januari itu tidak terjadi sesuai yang penting. Posisi Bumi di orbit bukan di titik ekstrem. Posisi bulan pun juga random. Lalu kenapa miliaran manusia merayakannya seolah-olah seluruh alam semesta baru saja menekan tombol refresh?
Ini adalah bentuk “persetujuan khayal” yang paling sukses dalam sejarah manusia. Kita sebenarnya tidak merayakan fenomena alam; kita sedang meyarakan sebuah nota dinas dari Kekaisaran Romawi.
Kenapa Januari?: Ini Ulah Birokrat
Jika kita menggunakan logika astronomis, tahun baru seharusnya jatuh di bulan Maret. Karena di bulan Maret itu adalah awal musim semi terjadi di belahan bumi utara. Alam mulai bangun setelah berhibernasi di musim dingin, bunga mekar dan beruang keluar dari gua.
Masuk akan kan jika “Tahun Baru = Hidup Baru”?
Sebenarnya ini pun sudah diterapkan dalam sejarah. Buktinya ada pada nama bulan pada kalender yang kita gunakan sampai sekarang. Jika kalian adalah orang yang terbiasa dengan istilah Latin kalian akan mengetahui beberapa istilah di bawah ini:
- Septa artinya 7
- Okta artinya 8 (Kayak oktagon berarti segi delapan)
- Nona artinya 9
- Deka (Deca kali ya) artinya 10 (kayak desimal berarti basis 10)
Tetapi, kenapa Oktober bulan ke 10? Harusnya Oktober bulan ke delapan dong jika kita menurut pada istilah latin. Ada yang tidak beres nih.
Jika kita asumsikan bahwa Oktober bulan ke-8 maka tahun baru harusnya jatuh pada bulan… Maret. Tepat sekali.
Ini bukan cocoklogi ya, tetapi memang ada ceritanya. Di tahun 153 SM, Senat Romawi (DPR lah kalo di Indonesia) memindahkan awal tahun administrasi tahunan yang awalnya Maret ke Januari. Loh? Kok seenaknya sendiri begitu?
Karena jenderalnya harus segera dilantik agar bisa lanjut perang ke Spanyol (waktu itu perang Lusitania). Kalo menunggu sampai Maret, musuhnya keburu nyerang duluan dan perang tanpa jenderal itu juga mustahil.
Jadi, tadi malem ketika kalian meletupkan kembang api di malam tahun baru, sebenernya kalian merayakan jadwal pelantikan jenderal perang Romawi yang sedang buru-buru ingin perang 2000 tahun yang lalu.
Keren kan?
Kita Ngontrak di Bumi
Oke, jika kalian sedikit bingung dengan sejarah dan peristiwa di atas, kita coba analogikan ini dengan peristiwa sederhana, ngontrak rumah.
Anggap saja kita ngontrak di bumi dan tanggal pembayarannya adalah Maret (sudah anggap saja begitu). Lalu kemudian pada 1 Januari tahun 153 SM, yang punya kontrakan ngomong begini
Saya sedang butuh uang buat perang, uangnya tak tarik hari ini ya. Besok-besok juga tanggal segini saja. Oke?
Nah, setuju gak kalian? Konyol kan alasannya?
Kekuatan Dewa
Tapi tentu saja, meskipun orang zaman dulu tidak terpapar teknologi, mereka juga memiliki sisi kritisnya (hmmm… apakah zaman sekarang sisi kritis ini masih ada ya?). Awalnya mungkin mereka setuju, tetapi lama kelamaan pasti ada orang yang bilang ‘aneh nih jenderalnya, jadi ribet gini kan’.
Solusinya? Tentu saja menggunakan kekuatan dewa. Dewa adalah alat untuk meyakinkan rakyat sejak zaman dulu (bahkan zaman sekarang). So, kaisar Julius Caesar pada tahun 46 SM melegitimasi 1 Januari dengan menggunakan nama Dewa Janus.
Dewa Janus adalah dewa pintu gerbang yang memiliki dua wajah; satu melihat ke masa lalu, satu melihat ke masa depan. Sebuah dewa yang cocok untuk melakukan refleksi akhir tahun (dan harus saya akui Julius Caesar melakukan marketing yang jenius).
Sistem tahun baru di 1 Januari ini kemudian dikunci oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 melalui kalender baru yang bernama kalender Gregorian.
Kesimpulan
Sebagai penutup, saya jelaskan makna 1 Januari ini dengan tiga hal:
- Ini digunakan sebagai pemisah agar manusia tidak gila menghadapi waktu yang terus-terusan berjalan (kayak checkpoint dalam game, bedanya kalo mati kita ga respawn di sini)
- Tanda bahwa manusia lebih patuh pada jadwal administrasi daripada siklus matahari. Siapa peduli awal musim semi bulan Maret, pembukuan tahunan direncanakan di Januari ya selesai di Januari.
- Sebagai tanda penyegar. Kita merasa telah mencapai di akhir sesuatu, padahal tugas dan deadline masih banyak di tanggal 1 Januari
Rayakanlah tahun baru jika kalian mau, tapi sadarilah bahwa kalian hanya merayakan sejarah administrasi Romawi (bukan sesuai yang suci).